Tidak Sebanding dengan Uang (UWRF 2012)

Ini adalah cerita pengalaman saya menjadi volunteer pertama kali di Ubud Writerest and Readers Festival, tulisan ini pernah saya tulis pada tanggal 21 Oktober 2012 (Kalau tidak salah)

Kalo dilihat dari judul mungkin yang bakal tersirat adalah masalah pekerjaan karena berhububungan dengan uang, tapi kali ini bukan itu yang ingin saya ungkapkan. Yang ingin saya ungkapkan kali ini adalah tentang pengalaman saya menjadi seorang volunteer di salah satu Festival Internasional yaitu Ubud Writers and Readers Festival (UWRF). Kenapa dengan festival ini?


Apa spesialnya Festival ini? Apa enaknya jadi volunteer yang tidak dibayar? Semua pertanyaan itu akan saya jawab dalam tulisan ini.

UWRF 2012 adalah salah satu festival Terbesar di dunia yang mengkhusus pada bidang sastra. Mungkin orang Indonesia terutama khususnya orang bali sangat jarang yang mengetahui festival ini, agak miris ya, padalah festival ini berlokasi di Bali dan sudah tahun ke-9 saat ini (2012). Mirisnya lagi sangat sedikit orang Indonesia yang datang menghadiri Festival ini, apakah ini pertanda bahwa orang Indonesia tidak suka baca? atau karena ada alasan lain? kalian sendiri yang bisa menjawab. Dari sudut pandang saya, pengunjung Festival ini 90% merupakaan wisatawan asing dan 10 % adalah warga negara Indonesia, itu menurut pandangan saya di Beberapa Venue, karena sejauh mata saya memandang hanya warga negara asing yang banyak saya lihat, well mungkin para volunteer lain juga merasakanya, ya kan? Menurut Harper’s Bazzar (UK) “One of the six best literay festivals in the World” yang artinya kurang lebih artinya UWRF merupakan salah satu dari 6 Festival Sastra terbaik di Dunia.
Seharusnya kita patut bangga , karena dari Festival ini Bali, Terutama Ubud makin terkenal di Dunia internasional berkat Festival ini, kenapa? karena selain pengunjungnya yang 90% Wisatawan Asing, Festival ini juga diliput oleh media internasional yang secara tidak langsung akan makin terkenal di mata dunia.

Apa Spesialnya Festival ini? Selain mendatangkan penulis dan pembaca dari seluruh dunia, UWRF ini spesial karena menghadirkan Volunteer dari seluruh dunia, yap Seluruh dunia Guys! Ini menurut saya yang membuat UWRF itu spesial, karena bisa menghimpun Volunteer dari seluruh dunia. Karena Banyaknya venue yang dimiliki UWRF jadi dari tahun ketahun festival ini kurang lebih mendatangkan 200 orang volunteer dari seluruh dunia yang bekerja secara sukarela di beberapa bagian, ada di bagian Logistik, Fringe Event, Spesial Event, Children and youth Program dll. 200 Orang ini di kumpulkan oleh 2 kordinator Volunteer kita yang menurut saya mereka adalah super girl yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Yang membuat saya salute lagi, volunteer yang berasaal dari luar negeri (orang asing) rata-rata memiliki umur yang sudah dapat dikatakan Tua, karena mungkin rata-rata sebagian umurnya sudah di atas 40 Tahun, saya harus bilang wow untuk yang satu ini. Mereka yang sudah berumur dan berasal dari jauh saja masih semangat menjadi volunteer di Festival ini, unbeliveable!

Mirisnya walaupun Festival ini berada di Bali, volunteer yang berasal dari Bali, mungkin kasarnya bisa dihitung dengan jari deh, apa mereka tidak tau ada festival ini? Atau karna sifat orang bali yang Koh (males) ? atau karna lainya? well cuma mereka yang tau. Tapi saya sarankan untuk taun depan , bagi kalian yang belum merasakan bagaimana asiknya jadi volunteer di UWRF , kalian harus mencobanya!! Trust me!!

Pertanyaan yang terakhir, apa enaknya sih jadi volunteer yang tidak dibayar? yah namanya aja volunteer (sukarelawan) masa di bayar, iya kan? beberapa teman saya ada yang bertanya seperti ini “Apa enaknya sih , jadi volunteer , capek kerja sampe malem tapi ga dibayar?” enteng aja saya jawab, Saya emang ga dibayar , tapi saya mendapatkan pengalaman yang tidak sebanding dengan Uang sebanyak Apapun. Yap karena di UWRF ini kalian akan dapat teman, pengalaman Bahkan keluarga baru yang tidak bisa di Dihargai dengan Uang betapa berharganya semua itu. Volunteer dari seluruh dunia, berbeda umur, berbeda suku, berbeda profesi dan berbeda bahasa , berkumpul jadi satu di Festival ini menjadi sebuah keluarga besar dan walaupun baru berkenalan namun tidak ada rasa canggung satu sama lain di antara para volunteer, apakah kalian merasakaanya juga para volunteer? well bagi saya ini adalah pengalaman yang sangat nyaman dan menyenangkan. Walaupun rooster (jadwal) shitf saya harusnya hanya 4 jam, tapi saya betah tinggal di Basecamp dan areal ubud lebih dari itu. Padahal awalnya saya sempat dihinggapi rasa takut , karna ini event internasional saya berpikir pekerjaanya akan berat dan akan sangat sulit bergaul dengan orang-orang yang ada di sekitarnya, tapi kenyataanya malah saya bisa dibilang saya jatuh cinta dengan event ini 🙂

Well akhir kata, walupun pengalaman singkat, pertemuan singkat dengan para volunteer, tapi pengalaman yang didapatkan di UWRF ini “Tidak Sebanding Dengan Uang”!! Bagi kalian yang belum berkesempatan tahun ini menjadi v‎olunteer , saya sarankan kalian wajib mencobanya tahun depan! Miss u all volunteer UWRF 2012, See you next time guys!! 🙂

,