Berkunjung Ke Negeri Seribu Lontar (Part 1)

Negeri seribu lontar merupakan julukan yang pas ditunjukan untuk Pulau Rote. Berkunjung ke Pulau paling selata di indonesia ini (Secara De Facto) tak pernah saya rencankan sebelumnya, Namun karena ada tawaran dan kesempatan untuk mengajar kelas inspirasi disana maka saya pun meniatkan diri untuk pergi ke Pulau Rote.

Bandara Rote
Bandara Di Rote

Berawal dari teman saya Karina yang menjadi Pengajar Muda Indonesia mengajar yang kebetulan di tempatkan di Kabupten Rote Ndao meminta saya untuk membuat surat untuk anak-anak di kelasnya yang akan mengikuti ujian nasioanl , kata dia agar mereka lebih semangat mengikut Ujian Nasional. Dari sana saya berpikir, kenapa hanya surat? kenapa tidak saya saja yang kesana? nah dari situ saya mengabari karina dan dia pun siap membantu saya untuk mencarikan tempat menginap dan transportasi disana.

Perjalanan saya kali ini tidak sendiri, saya ditemani teman seperguruan marching band saya bernama Esa (dia artis loh , cek deh ig nya @djenarmahesa). Tanpa babibu saya ajak dia langsung dia mengiyakan ajakan saya! Yes Pulau Rote Kami datang!!!

Kami Memulai perjalanan ini dari Bali Menuju Surabaya pada tanggal 5 April 2016 malam. Kenapa Surabaya? Karena hanya dari Surabaya lah kami bisa mencari penerbangan terpagi ke Kupang. Oh ya untuk menuju Rote satu satunya cara adalah melalui Kota Kupang dari kota Kupang Lalu Naik pesawat atau Fast Boat Lagi menuju Rote. Karena kami ingin menikmati pemandangan kota kupang terlebih dahulu maka kami memilih menggunakan peswat menuju rote pada keesokan harinya.

Hari keberangkatan pun tiba, pulang kantor kami langsung menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai untuk menuju Surabaya. Sesampainya di Surabaya saya di jemput oleh pacar saya dan diantarkan untuk mencari makan malam sejenak. Setelah perut kenyang kami diantar menuju penginapan yang sangat dekat dengan Bandara Juanda, Namanya Pondok Rizky. Kami mendapat harga semalam 195rb di booking.com. Kamar yang kami tempati cukup besar dan kamar mandi juga sangat besar. Penerbangan kami keesokan harinya di muali pukl 6.25 Wib dengan menggunakan maskapai Citilink Menuju bandara El-tari.

 

 

Jadwal fastboat dari kota Kupang ke Rote yakni jam 9 pagi, Untuk pesawat hanya ada Pukul 3 Sore. Biaya fastboat kelas executive 130rb  dan untuk vip 160rb Bedanya hanya di Tempat duduk saja. Untuk tiket pesawat berkisar antara 198rb sampai dengan 266rb untung untungan sih Gan / sis.

 

 

El Tari Kupang

 

Perjalanan dari Juanda ke El-tari Kupang kurang lebih memakan waktu 1 jam 50 menit. kami sampai di kupang kurang lebih pukul 9 Wita. Sesampainya di Eltari kami mencoba mencari makan di bandara dan ternyata harganya sangat mahal (Jangan coba coba makan di bandara) 2 porsi soto ayam dan 2 esteh dibandrol dengan harga 92rb. Agak shock juga pengalaman makan di bandara El-tari. Oke skip masalah makan, hal yang kami cari pertama kali setelah kami sampai di Kupang adalah Penginapan. Dari hasil browsing di Agoda kamipun mendapat hotel yang cukup dekat dengan bandara dan terletak di tengah tengah kota, Homestay yang kami tempati bernama Evergreen dengan harga 204rb plus sarapan pagi. Letak hotel kami dekat dengan kota kira kira hanya 15 menit dari Bandara El-Tari. Taxi dari Bandara menuju tempat kami menginap di Bandrol dengan harga 70rb. Harganya oke sih ya tapi supirnya men!! Luar biasa, kami diajak ngebut menuju Hotel kami, alhasil sampai hotel saya pun merasa mual oke skip masalah mualnya.

hotel Yang saya dan Esa tempati cukup bagus, AC nya dingin, kamarnya luas, ada TV nya pula dan di kamarnya di sediakan dispenser. Sebanding lah dengan 204rb yang kami keluarkan. Basa basi sedikit dengan pegawai hotel ternyata di hotelpun kami bisa sewa motor dengan harga 50rb saja, wah tanpa pikir panjang kami mengiyakan. Setelah kami cek in motor pun sudah siap mananti. Tidak menunggu lama kami pun jalan-jalan menjelajahi kota Kupang.

Pemandangan Menuju Goa Kristal
Pemandangan Menuju Goa Kristal

Kami tidak tau harus kemana , namun kami sangat ingin berkunjung ke Goa Krista, dari Hasil Googling kamu pun di arahkan menuju desa Bolok dekat dengan pelabuhan Tenau. Perjalananya hanya memakan waktu kurang lebih 30 Menit. Sesampainya disana kamipun bingung karena tidak ada petunjuk arah sama sekali akhirnya kamipun bertanya dan ditunjukkan tempatnya oleh warga sekitar. Ternyata objek wisata ini belum di kelola sama sekali, kami pun harus parkir di perumahan yang baru dibangun dan menitipkan motor kepada seseorang disana dengan membayar sukarela 5rb rupiah saja.

Dari tempat parkir tersebut kamipun harus berjalan kaki lagi masuk ke semak semak kuran lebih 500 meter. Tidak ada petunjuk arah sama sekali jadi kalau kesini lihat saja jalan setapaknya ya! Sesampainya di mulut goa ternyata ada suara orang dari dalam goa, dan kami pun memberanikan diri masuk. Goanya sangat gelap karena matahari mash di belakang mulut Goa berbekal senter dari Handphone kami akhirnya kami pun masuk. Airnya terlihat sangaatt biru. Niat kami ingin mandi pun kami urungkan sejenak karena sangat gelap. Saran dari pengunjung disana katanya sebaiknya datang mulai dari jam 1 siang sampai jam 4 sore , saat mata hari akan terbenam maka sinar matahari akan masuk ke mulut Goa.

Bagian Dalam goa Kristal Sebelum jam 1 Siang
Bagian Dalam goa Kristal Sebelum jam 1 Siang

Sembari menunggu jam 2 atau 3 sore kamipun berencana mencari tempat wisata lain. Saya dan Esa akhirnya memutuskan untuk pergi ke pantai Tablolong , sekitar 45 Menit dari Bolok. Selama perjalanan ada beberapa hal unik yang kami temui salah satu contohnya adalah selama perjalanan kamu melihat banyak makam, IYA MAKAM. Maaf saya pertebal lagi siaptau salah baca hehehe…

Tradisi warga Kupang ternyata mengubur angggota keluarnya di halaman rumah mereka tapi mereka dengan santainya gelar tikar di atas makam itu dan tidur-tiduranan diatasny Greget  Banget dah. OKe skip.

 

Setelah kurang lebih 45 menit kamipun sampai pantia tablolong, kami membayar 5rb di pintu masuk awal, Jalan menuju pantainya yaa…bisa dibilang rusak lah tapi masih layak di lalui mobil ataupun  motor. Sesampai di pantainya ternyata pantainya sepi banget dan bersih! Awalnya gaak kecewa karna slama perjalanan masuk menuju pantai banyak sampah plastik berserakan di pasir pantainya, tapi setlah sampai pantai utamanya ternyata tidak kotor, malah bisa dibilang sangat bersih.

 

View Pantai Tablolong

 

View Pantai Tablolong
View Pantai Tablolong

Kami disini sempat berkenalan dengan orang dari surabaya yang kami temui juga sebelumnya di goa kristal , setelah berbincang bincang sebentar dan menghabiskan air kelapa muda, kamipun kembali menuju Goa Kristal.  Sektiar pukul 15.00 Wita kamipun kembali sampai di Goa Kristal. Seperti biasa suasananya sepi, tapi saat kami mendekati mulut goa kami mendengar sayup sayup suara dari dalam Goa bergegaslah kami turun ke dalam goa, ternyata di dalam ada beberapa orang yang sedang mandi. Oh ya ternyat kami telat ke goa kristalnya, cahaya mataharinya sudah menjauhi mulut goa dan tidak menyinari airnya lagi, tapi setidaknya suasana yang kami datangi sekarang lebih terang lah ketimbang sebelumnya.

Mulut Goa Kristal Di Sore Hari
Mulut Goa Kristal Di Sore Hari

 

karena sudah sabar melihat air sejerinih itu akhirnya saya dan mahesa pun langsung buka baju dan langsung mandi. Ternyata goa kristal ini airnya payau, sangat jernih tapi hati-hati ya Sangat dalam, mungkin sekitar 3-10 meter kedalamanya. Kata bapak polisi yang kami temui siang tadi katanya disini bisa diving dan kedalamanya belum diketahui secara pasti, waduh serem juga sih awalnya tapi tidak apa apa lah yang penting bisa berenang aman Kok!

Jernihnya Goa Kristal
Jernihnya Goa Kristal

Di goa ini kami berkenalan dengan beberapa anak Asli Kupang salah satunya adalah Lexi. Lexi adalah anak asli Bolok, rumahnya sangat dekat dengan Goa Kristal. Anak ini sangat narsis dan ramah.Sesudah kami mandi kami pun bertanya kepada Lexi, apakah di daerah sana ada tempat bagus yang bisa kami kunjungi, dia pun menjawab Ada , Goa Uli Bahan katanya (maaf kalau salah sebut), tapi goa tersebut sangat jarang di kunjungi Orang , hanya keluargnya dia dan warga sekitar saja yang pernah kesana, dia pun menawarkan kami untuk kesana , dengan senang hati kami menjawab AYO!!!

 

Kapan lagi kan di ajak ke Goa yang jarang di kunjungi orang dan langsung di antar orang lokal sana pula. Lokasinya tidak jauh dari Goa Kristal, kami masuk melalui halam rumah Lexi dan kamipun langsung diajak masuk menuju semak semak.  Selama perjalanan menuju Goa tersebut Lexi banyak bercerita tentang sejarah Salah Satu Raja disana. Kamipun hanya bisa mendengarkannya , dalam hati agak takut juga sih karena kita diajak mask jauh ke dalam semak semak. Kira kira 15 menit perjalanan kami sampai di mulut goa yang lumyaan besar dan di bawahnya terdapat mata air seperti di goar kristal. Dari atas terlihat Mata air tersebut dangkal tapi setelah kami turun ternyata cukup dalam juga. Mata airnya terlihat dangkal karena airnya sangat-sangat jernih. Rasa airnya mirip dengan Goa kristal, air payau. Namn disini lebih bersih ketimbang di Goa Kristal karena jarang ada orang menuju kemari kata Lexi. Setelah puas bermain aiar selama kurang lebih 1 jam kamipun pulang di antar Lexi.

https://lh3.googleusercontent.com/-GR8BNEQpJb8/VyL2Cf7eyNI/AAAAAAAAE2k/x1lcHMChjXgGbHjqMDmPsm0pJ8d6twPKQCCo/s800/IMG_5209.JPG
Goa Uli Bahan

 

Saya Bersama Lexi
Saya Bersama Lexi (Agak vulgar hehehe)

 

Teman saya Bersama Lexi di Rumahanya
Teman saya Bersama Lexi di Rumahanya

Hari pertama kami di pulau Kupang ini sangat berkesan karena sudah di Ajak leksi untuk melihat Goa yang jarang di kunjungi orang. Hari itu kami akhiri dengan Makan di Pusat kota Kupan. Oh ya maknana Khas Kota Kupang adalah Sei Babi. Kebetulan dekat penginapan ada depot Bambu Kuning yang kata orang sangat rekomended makan disana. Harga 1 porsi nasi Sei Babi Lengkap hanya 17rb buset kamipun kalap dan akhirnya memesan banyak makanan tambahan.

Hari pertama kami di Kupang Senang dan Kamipun Sangat Kenyang!!

perkiraan biaya yang kami habiskan :

Tiket pesawat bali – surabaya : 198rb

Penginapan surabaya : 100rb

Tiket pesawat surabay – kupang : 400rban

Hotel Kupang : 202rb / 2 orang / 1 orang 101rb

Taxi Bandara Hotel Kupang : 70rb / 2 = 35rb

Sewa Motor : 50rb / 2 = 25rb

Parkir Tempat Wisata  total : 15rb

Makan : 20rb

Makan di bandara : 46rb

www.pdf24.org    Send article as PDF   

Hidden Canyon Guwang Awesome!

Mungkin banyak yang asing membaca Judul di atas, apa sih Hidden Canyon Guwang Itu?

 

Hidden canyon Guwang Sebenarnya adalah Pura Beji (mata air alami) yang terletak di Desa Guwang , Banjar Wangbung , Sukawatai Gianyar. Letaknya sekitar 20 Km dari Pusat kota Denpasar atau sekitar 30 menit perjalanan dari Kota Denpasar.

Lokasi Hidden Canyon
Lokasi Hidden Canyon

 

Lokasi GPS nya bisa dilihat disini

Tempat ini sebenarnya ada sebuah Beji (Mata Air untuk minum ataupun mandi) tapi Hits setelah ada yang berkunjung kesana dan mengunggahnya ke Instagram. Daya tarik dari tempat wisata ini sesuai namanya adalah Canyon atau tebingnya yang terlihat  Indah.

 

Hidden Canyon
Hidden Canyon guwang *canyon pertama* photo by : putradanahita

 

Traking
Traking Kurang Lebih 3 Jam sampai Canyon 2

 

Sebenarnya disini ada 3 canyon yang dapat di kunjungi tapi konon kata guide untuk mengunjungi Canyon yang ketiga kita harus siap siap basah dan harus memanjat tebing yang cukup terjal. Karena tidak ada persiapan untuk basah basahan total maka kami pun mengunjungi sampai canyo kedua saja.

 

Canyon Kedua
Canyon Kedua photo by : putradanahita

 

Biaya masuk ke tempat wisata ini sukarela, seiklas anda saja. Untuk Guide jga banyak tersedia dan membayarnya secara sukarela. Saya berkunjung kesana kemarin membayar 80rb untuk 3 orang sudah termasuk dengan biaya guide dan traking selama kurang lebih 3 jam.

 

Untuk yang ingin berkunjung ke tempat wisata ini yang harus diperhatikan adalah :

  • Anda harus siap basah karena akan menyusuri sungai
  • harus kuat berjalan dan naik turun tebing yang cukup curam
  • ingat membawa air ya, karena perjalanannya cukup jauh untuk sampai ke canyon 2.
  • Jangan pakai dress karena ini tempat wisata yang bisa dibilang cukup extreme.
  • Jaga omongan karena tempat ini adalah tempat suci.
  • Harus siap fisik
  • JANGAN BUANG SAMPAH SEMBARANGAN , KALAU MEROKOK DAN BAWA AIR MINUM JANGAN DI BUANG SEMBARANGAN (Biar jelas banget)

 

Oke bagi yang penasaran dan ingin mengujungi tempat ini siapkan fisik anda dan ingat selalu jaga kebersihan tempat wisata yang dikkunjungi, Selamat berlibur!

 

Kapan Kita Kemana?

www.pdf24.org    Send article as PDF   

Solo Traveling ke Negeri Jiran Malaysia (Part 3 : Kembali Ke Indonesia)

26 Oktober 2015, hari terakhir saya di malayasia saya bangun agak kesinggan. Rencana awal saya bangun jam 6 dan bersiap siap untuk cek out, nyatanya? Ya..karena kecapean akhirnya baru bangun jam 7 kurang . Bergegas saya mandi kemudian packing. Setelah packing beres akhirnya saya cek out dari Hotel.

Tujuan saya hari ini adalah jalan menuju Batu Caves saja atau kalau sempat berkliling di seputar KL Sentral. Batu Caves adalah sebuah Komplek Kuil Hindu yang terletak di Selangor. Bagaimana cara menuju kesana? Sayapun bingung awalnya hehehe…

Batu Caves
Batu Caves (sumber : www.tourism.gov)

Oke sebelum berangkat ke batu caves saya berencana menitipkan Tas Carier saya di KL Sentral. Untuk menuju KL saya menggunakan transportasi Monorail (tata cara beli tiket udah saya post ya di tulisan saya sebelumnya) Biaya naik monorail dari bukit bintang sekitar 2.30 RM. Sesampainya disana saya langsung mencari tempat penitipan barang.

Nah di KL Sentral ini ada tempat penitipan barang berbasis Token . Jadi sebelum menggunakan Loker kita harus membeli koinnya terlebih dahulu. Disini tingkat keudikan saya di uji lagi :)) saya tanya petugasnya dia hanya menyruh saya membeli koin tapi tidak memberi tahu cara dan dmna membeli koin tersebut. :))

 

Kurang lebih 15 menit saya mondar mandir di tempat penitipan tersebut karena petugasnya tidak ada. Untung saja ada ibu ibu Cleaning service yang akhirnya membantu hahaha…

Disini ada 3 jenis loker (kalau tidak salah) ada yang small RM 5, yang medium Rm 10 dan yang beasr RM 15. Tidak ada batas waktunya, tapi kayaknya sih seharian full. Karena setelah memasukkan koin dan mengunci anda hanya di perbolehkan membukanya sekali saja, dan tidak dapat menguncinya kembali.

 

Tips : loker yang medium cukup kok untuk kerili 45 L atau koper kecil. Tapikalau tas yang besar kayaknya perlu yang besar deh.

 

Oke setelah selesai menitipkan tas saya pun mencari informasi bagaiaman cara menuju batu cave. Untuk menuju batu caves saya menggunakan Raja Laluan Ktm Komuter. Tiketnya RM 2 cukup murah. Setelah membeli tiket saya langsung menuju peron tempat menunggu kereta, beruntungnya saya tidak harus menunggu lama belum 5 menit kereta pun datang.

Peta Raja Laluan KTM Komuter
Peta Raja Laluan KTM Komuter (sumber : spad.gov.my)

Seperti yang terlihat pada gambar di atas, saya berangkat dari Stasiuan KL Sentral dan menuju Stasiun Batu Caves. Perjalanan kurang lebih sekitar 20 menit, kereta akan berhenti di setiap stasiun kurang lebih selama 1 menit. Kurang lebih setelah 20 menit perjalanan menuju batu caves.

Kesan pertama setelah sampai sana cuma “waw” banyak patung besar dan ornamen Hindu seperti di India (walupun belum pernah ke India ya) . Tapi di Bali pun saya jarang menemukan patung-patung dewa sebesar yang ada di Batu Caves.

 

Patung Siwa
Patung Siwa

 

Ada beberapa kuil yang terletak di dalam Gua, tapi untuk mencapainya tidaklah semudah yang anda duga. Harus mendaki puluhan anak tangga dulu untuk mencapi kuil yang ada di dalam Gua.

Sampai di Atas
Kuil dalam Gua

 

Setelah puas berfoto-foto dan berkliling Batu Caves saya memtuskan untuk balik ke KL Sentral. sama tiket kertanya masih RM 2 dari Batu Caves Menuju KL Sentral. Selama perjalanan saya berpikir mau kemana kah selanjutnya? Saya lihat – lihat peta yang saya dapat di hotel, sepertinya ada yang menarik di pasar seni sama masjid jamek. Nah akhirnya saya memutuskan ke masjid jamek. Sesampainya di KL Sentral Saya bertanya lagi bagaimana cara menuju Masjid Jamek. Untuk menuju masjid jamek saya harus naik kereta Kelana Jaya. Cara pembelian tiketnya sama dengan Monorail, jadi ya sudah tidak udik lagi :))

 

Masjid Jamek
Masjid Jamek

Sampai di Masjid Jamek ternyata masjidnya tidak dibuka untuk Umum Karena Sedang di renovasi. yah bingunglah saya mau kemana. Beberapa saat saya berkeliling di sekitar Masjid Jamek akhirnya sama memutuskan Beli makan, ada Food Truck yang saya lihat menarik. Nasi Ayam Kunyit…wah sepertinya enak, langsung saja saya beli cuma RM 5.

 

Nasi Ayam Kunyit (Sumber : google)
Nasi Ayam Kunyit (Sumber : google)

 

Karena ga sempet foto saya ambil fotonya dari Google, kurang lebih seperti itu bentuknya Enak kan :))

 

Oke setelah membeli makan saya langsung balik menuju KL Sentral (rencanaya saya makan nasi tadi di Bandara saja). Sesampainya di KL Sentral saya mengambil tas yang ada di loker terlebih dahulu kemudian baru deh menuju konter Bus yang ada di Lantai paling bawah. Banyak alternatif untuk menuju Bandara dari KL Sentral, sebenarnya saya tertarik untuk mencoba menggunakan KLIA Express untuk menuju bandara, tapi karna harganya yang mahal saya urungkan niat saya. :))

KLIA Xpress
KLIA Xpress

 

Akhirnya saya memutuskan naik Sky Bus Air Asia lagi. Harga tiketnya RM 11. Bisa di beli di bagian KL Sentral Paling Bawah.

Tips : Jika peswat Anda adalah air Asia belilah tiket bus include dengan tiket pesawatnya, maka Anda akan mendapat harga lebih murah. Atau jika pesawat anda bukan Air Asia maka anda bisa membeli tiket bus seacara online di skybus.com.my Harga yang Anda dapat akan sedikit lebih murah di banding dengan beli langsung.

 

Saya sampai bandara sekitar pukul 12.30 waktu setempat. Berhubung saya berbekal nasi dari KL Sentral saya berencana makan dulu, setelah pembungkus nasinya di buka, eng ing eng ternyata tidak ada sendoknya -_-

 

Awalnya saya berencana makan pakai tangan saja yasudahlah, tapi saya melihat ada foodcourt , saya menuju kesana aja siaptau ada sendok yang bisa di pinjam. Di food court ini sistem pengambilan sendoknya self service, jadi setelah pembeli dapat makananya mereka harus mengambil sendok sendiri, nah saya berinisitaf menyamar aja jadi pembeli yang sudah beli makanan, karena saya disan melihat ada sendok plastik jadi ya saya ambil aja satu :))

 

Setelah ambil sendok langsung pergi cari tempat duduk buat makan. Awwalnya clingak clinguk dulu apa ada orang makan di tempat menunggu bus , eh ternyata ada yaudah saya sikat aja itu sekotak nasi ayam kunyit. Setelah puas dan perut saya kenyang, saya bersiap siap untuk naik ke Level 3 (tempat keberangkatan) Sebelum naik saya packing dulu memasukkan semua kamera dan barang lainnya ke tas keril saya. Oke soal cek in dan lain sebagainya ga perlu di bahas yaaa. Untuk cek in di KLIA langsung saja ke level 3 bandara tersebut nanti banyak mesin cek in dan konter cek in kok. Sebenernya saya sempat bermasalah disini karena waktu mau cek in ulang dbilang pembayaran saya bermasalah, syukurnya saya sudah cetak boarding pass sebelumnya jadi ya saya cuek aja ke pintu keberangkatan.

 

Oke sekian cerita dari saya tentang perjalanan saya Menuju Negeri Jiran Malaysia. Siaptau bisa jadi referensi buat kalian yang mau coba nonton moto gp sendirian. Oke sampai jumpa lagi “kapan kita kemana?” 😀

 

 

Pengeluaran Hari Terakhir :

  • Nasi ayam RM 5
  • Air Minum RM 3
  • Tiket Bus RM 11
  • Tiket Monorail Bukit Bintag KL Sentral RM 2.30
  • Tiket Kereta Komuter KL Sentral – Batu Caves RM 2
  • Tiket Kereta Komuter Batu Caves – KL Sentral RM 2
  • Tiket Kereta KL Sentral Masjid Jamek RM 1
  • Tiket Kertea Masjid Jamek – KL Sentral RM 1

CMIIW

 

 

www.pdf24.org    Send article as PDF   

Solo Traveling ke Negeri Jiran Malaysia (Part 3 : Race Day)

Oke ini Tulisan ketiga saya tentang perjalanan saya menuju Negeri Jiran Malaysia Untuk menonon Moto GP. Artikel saya sebelumnya bisa dilihat disni dan disini.

25 Oktober 2015 , saya sudah terbangun kira-kira pukul 5 dini hari. Setelah mandi dan menyiapkan semua yang harus di bawa ke SIC sayapun bergegas keluar kamar menuju meeting point rombongan bus saya. (bagi yang belum tau saya bergabung ke dalam rombongan bus kaskuser, bisa di baca di post saya yang pertama disni).

Sebeluum sampai meeting point saya bertemu dengen Mas Bayu yang kebetulan satu bus dengan saya dan kebetulan juga satu penginapan ternyata dengan saya. Kamipun jalan berbarengan ke KL Meeting point di Bukit Bintang. Kami sempatkan untuk membeli sarapan dulu sebelum berngkat. Kebetulan sekali di depan tempat bertemu kami ada yang menjual nasi lemak dengan beberapa pilihan lauknya. Oke beli sarapan sudah dan tepat pukul 07.00 waktu setempat bus kamipun tiba.

Kira-kira bus hanya berhenti 15 menit , setelah semua penumpang masuk berangkatlah kami menuju SIC. Oh ya bus yang kami tumpangi jenisnya double decker, ya  bus tingkat gitu deh, jarang ada di Indonesia. Kordinator bus saya bernama Mba Mutiara , dia sudah Ahli masalah Moto GP. Mba mut ini juga sudah sering bolak balik nonton ke Motegi dan Sepang, mungkin bisa juga mampir ke blognya http://nobarmotogp.com/.

Setelah berjalan kurang lebih 1.5 Jam kamipun tiba di SIC , kami diturunkan langsung di depan pintu masuk SIC sehingga kami tidak harus menaiki shutle bus lagi untuk menuju pintu masuk. (Lebih lama dari seharusnya sampainya karena ada yang kebelet pup :)) )

Entah kenapa saya setelah turun bus langsung jalan terus aja menuju pintu masuk MGS, padahal sebelumnya ada intruksi buat foto bareng dulu sebelum masuk, eh saya udah kebelet nonton kali ya jadi saya masuk aja.  😀

Pada Asik Fotoan
Pada Asik Fotoan

Oke setelah masuk ada perdebatan kecil tentang tempat duduk dan bingung milih duduk dimana, 2 orang teman saya yang dari malang sebeelumnya mengajak duduk di depan Paddock Yamaha , tapi kalaau disana tidak bisa lihat overtaking. Akhirnya saya memilih duduk jauh dari paddock agar bisa melihat tikungan.

Tips : best view di MGS menurut saya sih di Selatan, karena di selatan lebih banyak Hot Spot overtaking yang Bisa anda lihat. Tapi kalau mau lihat pembalap hilir mudik di PIT ya pilihlah tempat duduk di Utara.

 

Oke skip masalah duduk yang penting pewe dengan tempat duduk masing masing ya. Race pertama adalah moto 3 setelah itu Moto 2 baru kemudian Moto GP.

jadwal moto gp.PNG
Jadwal Moto GP

Jadwalnya tepat waktu loh, paling cuma telat 5-10 menit doang (ga kaya di Indonesia). Oh ya di setelah warm up Moto GP berakhir ada MotoX2, nah itu tuh kaya penonton di perbollehkan naik Motor Moto GP, tapi cuma yang Ducati dan Ridernya pun bukan pembalap Ducati pada saat itu. Entah bagaimana cara mengikutinya, yang jelas si penumpang diajak mengendarai motor ducati dan mengelilingi sirkuit 1 lap saja. Seru ya, kalau murah mau daftar sih, tapi kayaknya ga murah :))

Warm Up Berakhir
Warm Up Moto GP
MotoX2
MotoX2

Oke Warmup dan Moto X2 berakhir, Race pertama pun dimulai tepat waktu sesui jadwal. Pit crew dan umbrella girl pun mulai berdatangan ke track.

 

Persiapan Moto 3
Persiapan Start Moto 3

Moto 3 Racenya seru , yaa walupun saya ga begitu mengikuti moto 2 dan 3 tetep aja seneng liat balapannya. Tapi sempet setelah beberapa putaran saya mengantuk. asli dah saya denger motor bising kaya gitu jadi ngantuk :))

Start Moto 3
Start Moto 3

 

Insiden Moto 3
Insiden Moto 3

Race moto 3 banyak banget Rider yang jatuh. entah kenapa , masih pada amatiran kali ya. Hehehe..

Ada yang unik di Moto 3 , setiap start moto 3 konon katanya V. Rossi selalu kluar untuk menontonya.

 

Rossi Menonton Moto 3
Rossi Menonton Moto 3

Oke skip saja ya race moto 2 dan moto 3. Moto 2 tidak ada yang spesial. racenya seru sih salip-salipan terus antara posisi 1 . 2 dan 3.

 

Akhirnya race yang ditunggu-tunggu pun Tiba. MOTO GP!! Yey!!

 

Persiapan Moto GP
Persiapan Moto GP
Persiapan Moto GP
Persiapan Moto GP

Umbrella Girl dan Pit crew pun bersiap siap di lintasan balap. Semua mata tertuju pada pembalap yang melakukan warming Up Lap 1 kali sebelum race.  Ya ga perlu di ceritain panjang lebar ya , pokoknya disini terjadilah Sepang Clash yang seru sampe dari lap awal mata terus tertuju pada rider dan big screen di depan saya. Pkoknya ini pengalaman nonton pertama saya dan Serunya luar biasaa!!! 😀

Podium
Podium Moto GP

Ya ga perlu diceritain detail kan? Udah tau kan siapa yang juara? 😀
nah setelah race kita harus berkumpul kembali di meeting point untuk naik bus kembali ke KL Sentral.

Rombongan Bus
Sumber : kaskus

Sesampainya kembali ke KL sentral saya dengan mbak put dan mba nissa kembali mencari makan di jalan alor. Di perjalanan saya dan mba nissa sempat mencoba es krim kelapa, kaya es tong-tong gitu deh di Indonesia tapi cup nya dari kelapa beneran.

Es Kelapa
Es Kelapa

 

Nah setelah puas dengan es kelapa kamipun melanjutkan ke makanan berat. Banyak pilihan makan di alor yang sudah saya paparkan di tulisan saya sebelumnya. Malam ini saya mencoba Nasi Goreng USA. Rasanya enak!!

 

Es Kelapa
Nasi Goreng USA

Tips : Kalau buru-buru saran saya jangan makan di jalan alor, atau di kaki lima alor, karena waktu tunggu disini cukup lama, tukang masaknya cuma satu coy. Atau kalau mau cepat pilih menu Mie atau Kwetiau, dijamin lebih cepat dibanding menu lainnya. Atau kalau mau cepet di depan halte bukit bintang (dekat dengan McD) ada restoran yang harganya sama seperti jalan alor tapi lebih bersih dan cepat pelayananya.

 

Oke malam 25 Oktober 2015 ini saya habiskan dengan wisata  kuliner dan Belanja oleh oleh di seputar alor. Oh ya di pojok ada tempat beli kerpik ikan laut dengan harga 11 RM 3 Biji,siaptau perlu oleh-oleh murah meriah untuk dibawa ke Indonesia.

Oke sekian FR Saya di Race Day tanggal 25 Oktober, setelah puas belanja dan makan akhirnya saya pun tidur dengan nyenyak di hotel. Ditunggu part terakhirnya. 😀

 

Total yang dihasbiskan 25 Oktober 2015

  • Beli nasi lemak RM 7
  • Beli Air di Sirkuit RM 7
  • Beli Es Krim di Sirkut RM 5
  • Beli Pisang GOreng RM 5
  • Beli Minuman RM 2
  • Beli Makan Siang 5 RM
  • Makan malam 10 RM
  • Es Kelapa 3.5 RM
  • Oleh Oleh 40 RM

CMIIW

www.pdf24.org    Send article as PDF   

Solo Traveling ke Negeri Jiran Malaysia (Part 2 : Tiba di Malaysia)

Sebelumnya saya sudah menulis apa saja yang saya siapkan sebelum melakukan perjalanan ke Malaysia di Solo Traveling ke Negri Jiran Malaysia Part 1.

 

23 Oktober 2015 saya memulai perjalanan ini, saya sampai bandara Ngurah Rai Bali sekitar pukul 20.00 Wita.  Setelah melewati imigrasi dan security bandara tibalah saya di gerbang keberangkatan. Agak tegang sih awalnya tapi saya pikir yasudahlah jalani saja. Uniknya sampai bandara saya tiba-tiba di datangi seorang yang berpakaian Bea Cukai, awalnya takut namun ternyata setelah tahu apa keingnannya baru saya lega. Ternyata bapak tersebut hanya ingin minta tolong dibelikan minuman Red Label , karena jika penumpang yang membawa passport dan boarding pass maka akan mendapat diskon 25% , karena dari itu bapak itu minta tolong saya untuk membelinya. Okelah saya bantu hitung-hitung bantu orang sebelum berangkat.

 

Oh ya btw saya tidak ada membawa bagasi, saya hanya membawa satu keril 45L dan satu tas kecil untuk passpor dan lain lain. tapi di dalam keril saya ada satu tas lagi daily pack untuk di sepang nanti. Selama trip di Sepang saya cuma berbekal Uang Sebesar 300 RM atau sekitar 1 juta rupiah, cukup tidak cukup harus di cukupkan. Untuk yang tidak mau repot tukar uang , apabila anda Nasabah CIMB Niaga , kalian bisa menarik uang langsung di Malaysia tanpa potongan atau biaya administrasi. Oke saatnya boarding tepat pukul 21.00 dan perjalan ke KLIA2 pun dimulai.

 

getting-around-map.gif
KLIA2 MAP

 

Perjalanan dari Ngurah Rain Airport menuju KLIA2 di Kuala Lumpur kurang lebih menghabiskan waktu 2.5 jam, saya sempat harap-harap cemas karena ada info di beberapa kota penerbangan menuju KLIA dan KLIA2 di batalkan karena masalah kabut asap, tapi syukurnya pesawat saya sampai KLIA2 dengan selamat. Kurang lebih sekitar pukul 00.00 waktu setempat saya sampai di Kuala Lumpur Internasional Airport 2 (KLIA2) . Bandaranya Gueeeedeeeeeee pake banget, dari parkir pesawat sampai menuju pintu kedatangan kira kira saya berjalan 2 kilometer. Seperti yang terlihat pada gambar di atas, sesampainya di KLIA 2 saya harus berjalan dari Gate kedatangan di Gate Q menuju pintu Kedatangan.

 

Oh ya untuk hari pertama saya memang berencana untuk menginap di bandara KLIA2 karena kalau harus ke Bukit Bintang sudah tidak memungkinkan dan buang buang biaya, karena saya keesokan harinya ingin langsung menuju Sepang International Circuit (SIC). Letek SIC dengan KLIA2 tidak jauh , kalau di peta cuma ada di sebalahnya  , tapi tidak bisa jalan kaki kesana. Ada shutle bus khusus Moto GP kok kalau mau menuju SIC jadi gampang, bayar 10 RM saja untuk menuju ke SIC.

sepang.jpg
Jarak KLIA2 dan SIC

 

Rapid KL menuju SIC
Rapid KL menuju SIC

 

Hal yang pertama saya lakukan setibanya di pintu kedatangan adalah mencari Kartu Provider lokal agar dapat berkomunikasi dengan keluarga di Indonesia. Banyak pilihan yang tersedia , tapi saya memutuskan untuk memlih Excelcom Axiata. Kenapa saya memilih kartu ini ?  pertama karena harganya cukup terjangkau cuma 20 RM , kedua Unlimited Social Media (Nah ini yang penting buat eksis) dan yang ketiga karena katanya koneksi di SIC bagus menggunakan Kartu ini , maka dari itu saya memlih kartu ini.

 

Tips : Tidak perlu bingung bagaimana caranya dapetin kartu provider lokal, setelah keluar dari pintu kedatangan internasional akan ada banyak gerai yang menawarkan kartu provider , pilihlah dengan bijaksana.

 

Oke kartu provider sudah selanjutnya saya memikirkan tempat untuk tidur malam ini. Saya berencana menginap (ngemper kaya gembel) di Level 2M di KLIA2 , dari yang saya baca baca disana banyak tempat untuk tidur, bukan tempat tidur ya, tapi karpet yang nyaman buat tidur. Tapi akhirnya saya memutuskan untuk tidur di Level 2 saja, karena ketika saya keluar dari pintu kedatangan internasional di kiri kanan saya sudah banyak yang Tidur. Yasudah tanpa pikir panjang saya ikut ngemper tidur disana. Tidak usah takut di usir, kalau di usir ya di usir bersama sama, karena banyak banget ternyata yang numpang tidur di KLIA2.

 

Tidur di KLIA2
Tempat Saya Tidur di Bandara

Saya istirahat sampai pukul 5.30 waktu setempat , ya lumayan lah dapat istirahat walaupun sebentar dan tak senyaman di hotel karena keadaan bising orang lalu lalang. Btw waktu di KL sama dengan waktu Indonesia bagian tengah. Oke setelah bangun saya berencana untuk mandi, pertanyaanya dimana?  saya sempat membaca ada shower di Level 3 dekat pintu cek in, tapi sempat saya cari dan tidak ketemu, daripada pusing mencari lagi akhirnya saya memutuskan untuk mandi di Capsule by Container Hotel di Level 1 , bayar buat mandi lumayan sih 20 RM tapi itu sudah termasuk air Minum, Handuk , sabun, sampo dan mandi selama 1 Jam, ya lumayan lah ya daripada ga mandi. Lokasi tempat mandi saya ada di lantai paling bawah, turun saja menggunakan Lift menuju Level 1 kemudian setelah keluar dari lift belok kanan , nah ketemu deh. (Sayang ga sempet foto aslinya, tapi saya nemu foto di internet)

capsule-by-container-hotel-001.jpg
Shower di Capsule hotel

 

Oke setelah beres mandi saya chat ke group rombongan bus saya dan menanyakan apakah ada yang ke sepang langsung dari KLIA2, ternyata ada. Nah disinilah awal mula saya bertemu duo kakak beradik Mba Putri dan Mba Nisa. FYI saja , saya ikut group rombongan Bus kaskuser untuk hari minggunya, berangkat dari Bukit Bintang Menuju SIC.

Oke saya dan Mba Put akhirnya janjian ketemu di Nyonya Colors KLIA2. Apa itu Nyonya Colors? Nyonya colors adalah tempat makan nasi Lemak yang bagi saya cukup murah (Dibanding makanan lain di KLIA2 ya) cukup dengan 3 RM Anda bisa menikmati nasi lemak ya dengan porsi seckupunya , lebih mirip Nasi Jinggo sih kalau di bali. Letaknya ada di Level 3  dekat dengan pintu masuk.

Nyonya Colors
Nyonya Colors Sumber : Google

Akhirnya saya ada teman di KL setelah bertemu Mba Putri dan Mba Nisa.Tepat pukul 7.30 waktu setempat saya dan kedua teman baru saya itu menuju Level 1 untuk mencari bus, setelah bertanya tanya akhirnya kamipun masuk ke Bus. Bus dari KLIA2 ke SIC dibandrol dengan Harga 10 RM saja. Kondisi cuaca pada saat saya sampai di KL pada waktu itu cukup berasap, mataharinya berawrna sedikit merah karena tertutup Asap. Perjalanan dari KLIA2 ke SIC kurang lebih memakan waktu 15 menit saja, dekat kok, sangat dekat malah.

Bus Menuju SIC
Shutle Bus Menuju SIC

15 Menit perjalan akhirnya Kamipun Tiba di SIC. Kami di turunkan di tempat parkir yang ada tulisan Sepang Circuit. Dari sana kami harus naik shutle bus lagi menuju pintu depan sepang circuit, tenang aja Gratis kok . Tidak jauh dari tempat parkir pertama kita tadi akhirnya saya dan teman saya sampai di Pintu Masuk Sepang. Kesan pertama excited banget akhirnya bisa sampai disini.

 

Sepang International Circuit
Sepang International Circuit. (Sumber : http://www.wonderfulmalaysia.com/)

 

Pintu Masuk SIC
Pintu Masuk SIC

 

Pintu Masuk SIC
Pintu Masuk SIC

 

Oke setelah sedikit berfoto foto di depan pintu masuk, kamipun bergegas masuk. Agak Sedikit menyesal juga sih datang Sabtu karena tidak ada Meet and Greet dan Pit Lane Walk .

Tips : yang pengen merasakan pit lane Walk dan bertemu dengan pembalap, sebaiknya datang di hari jumat, atau sehari sebelumnya agar tidak melewatkan semuaa event yang ada di SIC. Jadwal Lengkap ada disini (Spectators Guide Tahun Ini)

Pada hari sabtu tersebut hanya ada free practice 3 , 4 dan Qualifying. Oh ya karena tiket saya adalah Main Grand Stand maka sebellum masuk ke tempat saya duduk, saya harus melewati mall. Mall disini adalah stand-stand para sponsor yang bergabung di acara tersebut, lumayan lah bisa liat SPG cakep.

Jalan menuju pintu masuk MGS
Jalan menuju pintu masuk MGS

 

SPG
SPG selama menuju Pintu Masuk :))
Pintu Masuk MGS
Pintu Masuk MGS

 

Setelah melewati pintu masuk MGS dan Tiket kami di Scan  , kami mulai mendengar suara deru motor. Setibanya kami disana kebetulan ada Free Pratice untuk Moto 3. Karena sudah tidak sabar ingin melihat Free pratice langsung kami menuju tribune.

Tribune MGS
Tribune MGS
Free Pratice Moto 3
Free Pratice Moto 3

 

Ternyata suara motornya bising banget , terutama saat mereka berjalan beriringan. sebaiknya anda membeli Earplug untuk mencegah kebolotan setelah menonton GP. Terutama Kelas Moto GP tingkat kebisingannya luar biasa.

Free Practice Moto GP
Free Practice Moto GP

 

Oke setelah menonton Free Practice Moto 3 dan Moto GP Kami memutuskan untuk ke hotel saja. Nah untuk balik Hotel dari SIC kita harus balik ke KLIA2 dulu baru dari KLI2 Naik Sky Bus Air Asia ke KL Sentral. Kenapa harus ke KLIA2 dulu? Karena jadwal shutle bus Balik dari SIC hanya di Buka Pada pukul 4 Sore. Kami tidak mau menunggu selama itu karena sudah lelah. Akhirnya kami memutuskan untuk naik taxi ke KLIA2. Taxi dari SIC ke KLIA 2 harus menggunakan Kupon dengan harga 100 RM per mobil. Lumayan mahal, untung saja kami mendapat orang lagi yang bisa diajak sharing cost.

 

Tips : Kalau mau balik dari SIC ke Sepang sebelum jam 4 sebaiknya pakai uber taxi (saya baru tau setelah terlanjur membayar 100 RM) lebih murah, harga dari SIC sampai Bandara hanya sekitar 25 RM.

 

Oke sesampainya di KLIA2 Kami memilih naik Bus untuk menuju KL Sentral, nanti dari KL sentral menuju Bukit bintang menggunakan Monorail. Banyak pilihan lain untuk menuju KL Sentral antara lain KL Express (kereta cepat sekitar 35 RM) , Bus dan Taxi. Yang paling murah tentu saja Bus. Ada banyak pilihan bus yang tersedia, kami sih mencari yang paling murah yakni Sky Bus Air Asia , cuma 11 Rm  (sekitar 33 rb ).

Tips : di Level 1 KLIA2 banyak pilihan bus tersedia, pilihlah sesuai keinginan anda, kalau mau naik taxi juga bisa tapi saran saya gunakan saja taxi kupon yang ada di level 1 tersebut.

 

Sky Bus Air Asia
Sky Bus Air Asia (Sumber ; google)

 

Perjalanan dari KLIA2 ke KL Sentral cukup jauh, kurang lebih 1 jam. Saya memanfaatkan waktu perjalanan yang panjang dengan tertidur. Kurang lebih 1 jam sudah berlalu kamipun turun di terminal KL Sentral, Dari sini kami akan naik monorail ke Bukit Bintang.

Agak kagok ketemu mesin beli tiket monorail awalnya, udah kaya orang desa dateng ke kota, udik :)). Sistem pembelian tiket monorail disin serba otomatis, kaya vending machine. Jadi pertama anda harus memilih tujuan anda, kemudian setelah memilih tujuan akan tertera berapa biaya yang dihabiskan. Setelah itu barulah masukkan sejumlah uang yang di tampilkan dilayar monitor. Setelah terbayarkan maka Tiket berbentuk koin plastik keluar dan kembaliannya pun keluar , canggih ya :))

 

Tiket Monorail
Tiket Monorail

Oke koin yang di dapat itu kemudian di tap pada mesin yang disedikan, nanti setelah keluar koin itu harus di masukkan ke dalam mesin agar kita bisa keluar dari stasiun. Perjalanan menuju bukit bintang cuma 15 menit kok, dari bukit bintang nanti saya harus berjalan kaki menuju Alor (pecinan di KL) disanalah letak hotel saya Checkmate Guest House Alor.

 

Hotel yang saya tempati cukup nyaman, biarpun kecil tapi lumayan lah ya buat istirahat. Oke skip lah masalah hotel, dibahas lain kali aja. Setelah istirahat sebentar di hotel dan mandi biar lebih fresh saya memutuskan untuk jalan-jalan keluar hotel. Sebelum berangkat saya sempat googling terlebih dahulu , objek wisata terdekat yang ada di sekitar hotel saya adalah Petronas Tower. Dari tempat saya menginap terlihat dekat, sayapun cuma nekat berjalan kaki. Oh ya berjalan kaki di Kuala Lumpur sangat nyaman, tidak banyak pedagang kaki lima seperti di Indonesia dan trotoarnya pun lebar dan bersih.

 

Setelah cukup lama berjalan ternyata Petronas Towernya masih jauh hahaha…dan akhirnya sayapun menyerah. Akhirnya sayapun memilih unuk menaiki monorail. Setelah bertanya kepada petugas akhirnya saya disarankan naik monorail menuju Medan Tuanku Stasiun, dari sana saya disarankan Naik Go KL. Go KL adalah layanan bus gratis yang disedikan pemerinta KL untuk wisatawan dan warga Malaysia.

Rapid-KL-Map.jpg
Rapid KL Map

Setelah saya turun di stasiun Medan Tuanku saya memutuskan untuk berlanjut berjalan kaki, sepertinya tinggal satu blok lagi, daripada menunggu bus lama mending saya jalan kaki saja. Setelah 15 menit berjalan kaki akhirnya sayapun sampai di Petronas Tower yang terkenal itu. Cukup banyak wisatawan ataupun warga lokal yang mengabadikan foto di depan petronas tower. Menurut penjaga disana, kita bisa naik ke skybridge yang menjadi penghubung antra tower 1 dan 2. Saya pun masuk ke gedung tersebut dan mencari informasi, ternyata untuk dapat naik ke sky bridge kita harus membayar 84 RM , Mahal ya!!! Sayapun mengurungkan niat untuk naik ke sky bridge tersebut daripada saya ga bisa makan besoknya mending saya pergi kembali ke hotel. Setelah puas berfot-foto di daerah petronas tower akhirnya sayapun kembali ke penginapan.

Petronas Tower
Petronas Tower

 

Oke skip lah ya bagaimana saya sampai di hotel dan bagaimana saya menghabiskan hari pertama saya di KL. Intinya hari pertama saya habiskan untuk berjalan jalan di kota kuala lumpur dan wisata kuliner di pecinan / jalan alor. Hari itu saya tutup dengan kembali ke Petronas Tower dan membuat foto dengan teman-teman baru saya.

Tips : bagi yang muslim banyak kok makanan halal di jalan alor apalagi setelah jam 6 sore, mulai tambah banyak pedagang kaki lima yang membuka lapak di jalan Alor. Rata-rata harganya sekitar 5-15 RM lumyan mahal sih tapi rasanya di jamin enak. Di jalan Alor ini juga banyak makanan camila yang enak. seperti Es Krim Kelapa, Pancake durian (6 biji 12 RM), Es krim Turki dan masih banyak lainnya. Jadi yang pengen wisata  kuliner plus istirahat jalan alor dan bukit bintang memang tempat yang pas buat anda. Oh ya jangan sungkan menanyakan harga terlebih dahulu sebelum memesan.

 

Foto Malam di KLCC
Foto Malam di KLCC / Petronas Tower

Jadi total yang saya habiskan pada hari pertama kurang lebih :

  • Makan 10 RM
  • Mandi 20 RM
  • Tiket Bus ke Sepang dari KLIA2 10 RM
  • Tiket taxi dari Sepang ke KLIA2 (100 RM / 4 orang = 25 RM)
  • Tiket Bus dari KLIA2 ke KL Sentral 11 RM
  • Tiket monorail dari KL Sentral Ke bukit bintang 2.30 RM (kurang lebih)
  • Tiket monorail dari Bukit nanas ke Medan Tuanku 1.20 RM
  • Tiket  Monorail dari Medan Tuanku ke Bukit Bintang 1.20 RM
  • Makan Malam 10 RM (Kaki Lima)
  • pengeluaran lain air minum dan lainya 10 RM

 

Cerita waktu Racenya di bahas di post selanjutnya yaa. Semoga bisa membantu 😀

 

CMIIW

www.pdf24.org    Send article as PDF   

Solo Traveling ke Negeri Jiran Malaysia (Part 1 : Persiapan)

Ini adalah catatan pribadi saya solo traveling ke Negri Jiran Malaysia 23-26 Oktober 2015. Kala itu adalah pertama kalinya saya ke Luar Negeri Sendirian. Tidak sepenuhnya sendiran dari awal sampai akhir Trip sih karena disana saya juga gabung untuk ikut Bus Rombongan dari Kaskuser. Jujur diawal cukup grogi karena pertama kali ke luar negeri sendiri, kalau dalam negeri sih sudah biasa ya. Oke Skip skip, tujuan trip saya ke Malaysia adalah menonton Moto GP.

 

Trip ini direncanakan pada Mei 2015 , karena kebetulan Air Asia pada saat itu ada promo tiket pesawat Hingga 50%. Awalnya saya cuma iseng untuk melihat tiket pesawat ternyata harga tiketnya cukup Murah,  1 Juta PP. Harga itu termasuk murah jika dari Kota saya (btw saya berangkat dari Bali). Tanpa bagasi dan hanya membeli asuransi total yang harus saya bayarkan pada saat itu kurang lebih Rp. 1.090.000,-  digenapkan hanya sekitar 1.1 Juta untuk perjalanan Pulang pergi.

Air Asia
Air Asia Promo

Total Spent saya untuk tiket pesawat pulang pergi Bali – Kuala Lumpur pada tanggal 23 Oktober dan Balik Kuala Lumpur – Bali pada Tanggal 26 Oktober 2015 Hanya 1.1 Juta.

 

Oke tiket pesawat sudah di tangan sekarang berburu tiket nonton. Early bird tiket moto GP hanya di buka sampai dengan Akhir Juni, Setelah Early Bird berakhir maka harga tiket akan Naik Cukup Mahal bisa naik 50% nya.  Ada banyak pilihan tiket untuk di sepang.

tiket-gp-non-eb.PNG

Saya karena penasaran dengan Pit para pembalap maka saya memilih tiket Main Grand Stand. dengan harga kurang lebih 150an RM di Rupiahkan Sekitar 476rban Rupiah.  Tiket termurah C2 Hill sekitar Rp. 150.000,- yang termahal adalah PREMIER ROVING  dengan harga sekitar Rp. 1.100.000,- .

 

Oh ya ada 2 jenis tipe tiket moto gp, print at home dan tiket fisik. Untuk tiket fisik akan dikenakan biaya kirim ke Indoneis, Jika anda memilih print at home anda tidak dikenakan biaya apa-apa dan anda cukup mencetaknya di rumah. Mending pilih yang print at home aja sih, karena jika tiketnya hilang bisa print lagi , kalau yang fisik sekalinya hilang ya harus beli lagi.

 

Tips : Beli lah tiket sesuai dengan keinginan Anda, kalau saran saya yang paling worth it adalah grand mainstand, karena pilihan tempat duduknya banyak. Jika anda Fans Berat VR46 ambil saja tribun VR46 , hargnya cukup terjangkau dan Anda akan mendapat suvennir  bendera dan topi.

 

 

Oke tiket pesawat sudah , tiket nonton sudah, sekarang yang di pikirkan di bulan selanjutnya adalah, dimana saya harus menginap? Awalnya saya berencana menginap di dekat Sirkuti Sepang karena tidak ada pengetahuan sama Sekali tentang Moto GP. Setelah saya browsing saya menemukan Trit di Kaskus “(Backpacker) KRSC & Nobarmotogp.com Goes To Sepang 2015”.

agoda.jpg
Agoda

Dari trit tersebut saya mulai baca dan bertanya dimana seharusnya menginap. Akhirnya dari beberapa saran yang saya dapatkan dari Trit tersebut saya putuskan untuk menginap di kawasan Bukit Bintang.  Saya mencari hotel  murah di empat website ini :

Kalian bisa mencari – cari hotel yang sesuai dengan Budget anda di situs yang tertera di atas. Kalau saya memilih Agoda karena jika anda berlangganan pada agoda maka akan banyak ada pilihan harga hotel menarik. Tapi kelemahan agoda adalah Anda harus memiliki Kartu kredit untuk bertransaksi disana. Oke skip skip setelah menimbang nimbah Hotel mana yang akan saya pilih akrhirnya saya memilih penginapan di Checkmate Alor, kenapa? Pertama harganya yang murah dan kedua karena ada private bath roomnya, maka dari itu saya memilih Hotel ini. Untuk perharinya dikenakan kurang lebih Rp. 150.000,- perh hari.

 

Tips : Mendaftarlah di situs pencari hotel yang sudah saya lampirkan di atas, dengan mendaftar Anda akan mendapat promo-promo menarik dari situs Tersebut

 

Plusliner-to-terengganu.jpg
Transportasi di Malaysia

Oke tiket pesawat sudah, tiket nonton sudah, penginapan sudah, apa selanjutnya? Ya selanjutnya adalah bagaimana cara saya menuju Sepang dari Bukit Bintang. Sebenarnya banyak cara menuju Sepang International Circuit (SIC) dari penginapan saya , salah satunya adalah dengan menggunakan shuttle bus rapid KL yang disediakan selama GP berlangsung. Namun karena jadwal berangkat bagi saya terlalu siang dan pasti akan antre sangat lama, maka saya mencari alternatif lain, yakni ikut rombongan bus kaskuser. Hanya dengan membayar Rp. 136.000,- . Alasan saya ikut bis ini tidak lain tidak bukan agar ada teman yang bisa saya ajak untuk berkomunkasi atau sekedar bertanya di Kuala lumpur nanti.

 

Jadi total biaya sebelum saya berangkat ke kuala Lumpur Antara laiin :

  • Tiket pesawata Rp. 1.100.000,- (promo Air Asia)
  • Tiket nonton Moto GP Main Grand Stand Rp 500.000,-
  • Penginapan 2 Hari , Checkmate Alor Rp. 300.000 , –
  • Bus PP Sepang – Bukit Bintang Rp 136.000,-

pengeluaran di atas belum termasuk biaya hidup disana ya, dan biaya di atas di cicil dari bulan Juni sampai Oktober jadi tidak begitu berat pengeluarnnya.

 

www.pdf24.org    Send article as PDF   

Menggapai Puncak Anjani, Gn Rinjani 3.726 Mdpl (part 1)

Akhirnya blog saya ini hidup kembali Hidup! Tulisan pertama saya kali ini saya akan membagi pengalaman saat melakukan perjalanan pendakian ke Gunung Rinjani. Sebenarnya ini adalah perjalanan yang cukup mendadak, saya melihat ada cukup tanggal merah untuk melakukan pendakian ke Gunung Rinjani. Kamipun merencakan perjalanan kami mulai dari tanggal 15 Juli 2015 sampai dengan 20 Juli 2015 saya rasa cukup untuk mendaki rinjani dan perjalanan pulang pergi Bali – Lombok – Bali dengan menggunakan sepeda Motor.

Skip – skip tentang perlengkapan yang disiapkan. Perjalanan kami dimulai pada tanggal 15 Juli 2015 bertepatan dengan Hari Raya Galungan di Bali. Kami memutuskan berangkat pada malam hari menuju meeting point di rumah teman Saya Rini. Kami berencana bertemu jam 1 malam di dekat rumah teman Saya. Namun karena satu dan lain hal akhirnya kami baru berangkat pada Pukul 2 dini hari pada tanggal 16 Juli 2015.

Perjalanan dari Denpasar menuju pelabuhan padang Bay pun di mulai tepat pada pukul 2 Dini hari. 6 orang berangkat bersamaan dari denpasar, dan 2 orang lagi telah menunggu di perbatasan denpasar dan Karangasem. Perjalanan menuju Padang bai kira kira membutuhkan kurang lebih 1 jam.

Kurang lebih pukul 3 dini hari kami sampai pelabuhan padang bay. Setelah cek SIM, STNK akhirnya kami masuk ke pelabuhan padang bai. Biaya penyebrangan untuk sepeda motor dan 2 Orang penumpangnya adalah Rp. 123.000,-. Hampir setiap satu jam sekali ada kapal bersandar selama 24 jam, jadi tidak usah kawatir akan kehabisan tiket untuk menyebrang.

setelah menunggu kurang lebih 15 menit akhirnya kami langsung masuk ke kapal. Perjalanan dari Padang Bai Menuju Lembar memakan waktu 4 Jam, jadi nikmati saja perjalanan ombak yang cukup ganas ya 😀

kurang lebih stelah 4 jam perjalanan akhirnya kami sampai di pelabuhan Lembar Lombok sekitar pukul 8 Pagi. Rencana kami hari ini adalah menuju rumah teman kami untuk beristirahat sebelum melakukan perjalanan ke Sembalun (pos pendakian Rinjani). Perjalanan dari pelabuhan Lembar menuju Kota Mataram Kami tempuh kurang lebih selama 45 menit. Setelah 45 menit perjalan akhirnya kami sampai di pos peristirahatan pertama , di rumah teman kami Chandra a.k.a Lombok . Kami berisitrahat makan, mengisi perbekalan sampai sekitar pukul 2 Siang.

_MG_0082
Istirahat Sebelum ke Sembalun
11754403_10204517519206967_5721468840913325184_o (1)
Narsis Sebelum Berangkat (Photo by gus hendra)

Tepat pukul 2 siang kami pun melanjutkan perjalanan ke Sembalun Lawang via Lombok Utara , ke Aarah Pusuh. Kita memilih jalur ini karena ingin menikmati suasana pantai di utara. (lumayan buat foto-foto).

11411764_10204923413031133_5656284749226052223_o
Istirahat di pinggir pantai sebelum sampai Sembalun
_MG_0100
Team Dokumentasi (foto by : Ngurah yuda)

Perjalanan menuju sembalun di tempuh kurang lebih sekitar 3.5 jam, hanya dengan bantuan Google Maps akhirnya kamipun sampai di Sembalun.

Tujuan kami selanjutnya di Desa Sembalun adalah mencari tempat menginap sebelum melakukan pendakian keesokann harinya. Kamipun menuju Local Rinjani Trekkers dan menemui Mas Anto. Mas Anto adalah guide di gunung Rinjani dan Mas Anto juga yang menyewakan tenda untuk kami. Karena bantuan Mas Anto Akhirnya kami bisa menginap di Basecamp milik Local Rinjani Trekkers walaupun sempit tapi lumayanlah bisa buat berisitrahat dan mandi.

_MG_0144
Foto Bersama Mas Anto (Photo By Ngurah yuda)

_MG_0126

Kami menyewa tenda Lafuma Campo 2 dengan harga 1 tenda 120rb per 3 hari  jadi cukup terjangkau lah dan kami pun membayar uang menginap (anggap saja sebagai uang rokok) sebesar Rp. 50.000,- kepada mas Anto. Oke tanggal 16 Juli 2015 kami tutup dengan beristirhat di Local Rinjani Trekkers.Renca kami keesokan harinya memulai pendakian Pukul 7 Pagi. Akhirnya kamipun tidur di temani suara Takbiran, karena hari itu bertepatan dengan Malam Takbiran.

17 Juli 2015 pun tiba Suara Adzan Subuh di Mushola dekat base camp kami membangunkan kami dari tidur. Muka teman teman saya terlihat sangat bersemangat. Kami memulai perjalann dari base camp tempat kami menginap tepat pukup 7 Pagi dan berjalan menuju tempat pendaftaran pendaki.

Biaya pendakian di rinjani untuk wisatawan lokal sebesar Rp. 10.000,- per orang. Setiap pendaki akan mendapat tag yang wajib gantung pada Tas pendaki masing-masing.

Oke setelah membayar uang masuk dan mengurus SIMAKSI, perjalanan via sembalun pun di mulai. Oh iya sebenrnya jika memulai pendakian lewat Sembalun ada jalur memotong yang lebih cepat via Bawanaung. Lumayan memotong katanya tapi kami mencoba mencoba jalur pendakian normal pada umunya, kerena jika ingin lewat Bawanaung maka Anda harus menyewa Pickup sebesar Rp. 100.000,- untuk membawa Anda dan team Anda menuju start melalui Bawanaung.

\

 

_MG_0193

_MG_0195
Narsis Sebelum Perjalanan Jauh. Semua muka masih seger.

Perjalanan pun dimulai menuju pos satu yang kata peta hanya menempuh jarak 3.5 jam menuju pos satu. Tapi kenyataanya kita menempuh waktu hampir 5 jam. Medannya padang savana yang luas, panas dan jarang ada tempat berteduh menyebabkan tenaga cepat sekali habis. Kami juga sempat tersesat kurang 30 menit, maklum kami tidak menggunakan Guide Atau Porter sama sekali.

Setelah kurang lebih 1.5 jam berjalan pun akhirnya kami sampai di Gerbang awal Rinjani. (Sempat Tersesat karena salah memilih jalan sekitar 30 menit)

11754669_10200819212679941_4884176697671846029_o
Tersesat Tapi tetap Eksis photo by Ngurah Yudha
_MG_0210
Setelah 1.5 Jam berjalanan baru Sampai Gerbang Awal

Setelah melewati gerbang tanda masuk Taman Nasional Gunung Rinjani kami kira pos satu sudah dekat ternyata masih sangat jauh.  Kami berjalan kurang lebih 3 jam melewati padang savana yang panas, akhirnya kami sampai di persimpangan pertemuan jalur Bawanaung dan Sembalun. Ternyata lebih banyak pendaki yang memulai pendakian dari Bawanaung yang katanya lebih cepat sampai pos Satu.

Dari persimpangan Bawanaung, kurang lebih jarak pos satu di tempuh dalam waktu satu jam, dalam cuaca yang sangat terik dan panas. Akhirnya setelah satu jam berjalan dari persimpangan Bawanaung dan total 5 jam perjalanan dari Pos Pemberangkatan sembalun akhirnya kamipun tiba di Pos Satu. Keinginan untuk beristirahatpun sirna ketika di pos satu sangat ramai oleh pendaki terutama pendaki dari Luar Negri, kamipun sempat mengalami kejadin tidak mengenakan yakni di Usir oleh porter. Padahal kami yang duduk pertama di pos itu namun porter dengan seenaknya mengusir kami demi mendapatkan tempat untuk tamunya. Daripada membuat masalah akhirnya kami mengalah dan memutuskan beristirahat di pos 2 saja.

porter
Bertemu Porter di sepanjang perjalanan
pos1
Lokasi Pos 1
padang-savana2
Perjalanan Menuju Pos 2, spanjang mata memandang cuma ada padang Savana

Perjalanan dari pos 1 menuju pos 2 kurang lebih di tempuh selama 1 Jam. Setelah 1 jam berjalan lagi melewati padang savana, akhirnya kamipun berisitrahat di jembatan besar di Pos 2. Disini Ada sumber mata Air jadi disini lah kita mengisi Botol air minum kami lagi dan memasak sedikit untuk mengisi perut.

11224334_10204923414591172_7911861986523792744_n

Perlu di perhatikan Air di Pos 2 ini tidak terlalu bersih jadi anda perlu menyaring dengan peralatan seadanya, Tim kami menyaring air dengan menggunakan slayer dan perban P3K yang kami bawa. Namun walaupun agak sedikit kotor tapi air di Pos 2 ini sangat layak untuk di konsumsi. Simpanlah banyak persediaan Air karena di Pos 2 ini adalah sumber air terakhir sebelum mencapai plawangan sembalun.

Setelah kenyang mengisi perut dan persediaan air minum, perjalanan pun kami lanjutkan ke pos 3. Perjalanan ke pos 3 kurang lebih kami tempuh selama 2 jam. Pos 3 adalah pos terakhir sebelum menuju bukit penyesalan dan plawangan sembalun. Kami sampai di pos 3 sekitar pukul 17.30 WITA perjalanan dari pos 2 ke pos 3 mulai cukup menanjak tapi tidak semenanjak bukit penyesalan. Setelah beristrhat 30 menit, kami memutuskan melanjutkan perjalanan ke pos terkhir sebelum puncak yaitu plawangan Sembalun.

Perjalanan ke pos 3
Perjalanan ke pos 3
Istirahat Pos 3
Istirahat Pos 3 Foto narsis by Gus hendra

Medannya berubah drastis, mulai tanjakan yang sangat tajam dan mulai banyak pohon dan cuaca mulai sangat dingin. Tidak salah bukit menuju plawangan sembalun ini disebut bukit penyesalan, karena rasa penyesalan mendaki rinjani dimulai disini. Bukitnya terjal, cuacanya sangat dingin apalagi ditambah kami mendaki pada malam hari menyulitkan kami untuk melihat.Plawangan Sembalun terlihat sudah sangat dekat tapi bukitnya tidak habis- habis untuk didaki.

naik-plawangan-sembalun
Jalan Awal ke Bukit Penyesalan

Karena saya melihat teman-teman sudah tidak kuat lagi melanjutkan perjalanan akhirnya saya dan teman-teman memutuskan membuka tenda di pos ekstra di tengah-tengah antara pos 3 dan plawangan sembalun.

Kelelahan dan kelaparan di bukit penyesalan
Kelelahan dan kelaparan di bukit penyesalan
Kelelahan dan kelaparan di bukit penyesalan
Setelah menyerah di Bukit pnyesalan dan memutuskan buka tenda

Kami berencana beristirahat di pos ekstra ini sampai pukul 3 dini hari dan melanjutkan perjalan menuju Sembalun namun apa daya udara dingin dan kelelahan membuat rencana itu sia-sia saja.  Jam 5 Pagi saya membangunkan teman-teman untuk melihat sunrise.

_MG_0266

DCIM159GOPRO
Sunrise dari Bukit penyesalan

Saya sempat membuat time lapse juga disini,

_MG_0292
Tetap narsis sebelum berangkat naik lagi

Setelah menikmati Sunrise dan Sarapan di bukit penyesalan, kami pun berangkat menuju plawangan sembalun. Kami kira perjalananya sudah dekat ternyata masih sangat panjang. Pantas saja bukit ini dinamakan Bukit penyesalan, karena saat kita kira sudah sampai di puncak bukit ternyata di balik bukit ada bukit lagi, sehingga membuat rasa penyesalan muncul (bagi saya sih begitu).

Bukit Penyesalan
Penampakan Bukit Penyesalan Photo by Gus Hendra

Setelah kurang lebih 4 jam perjalan akhirnya kami tiba di plawangan sembalun. Speechless pertama kali sampai disini , akhirnya kami bisa melihat jelas Danau Segara Anakan dari plawangan sembalun. Selain itu kami speechless juga dengan kotornya plawangan sembalun.

yuda dan lombok
pemaandangan plawangan ke arah bukit penyesalan
plawangan sembalun ke arah Segara Anak Photo By Yuda
plawangan sembalun ke arah Segara Anak Photo By Yuda

Oke setelah Kami Sampai pelawangan sembalun yang saya pikirkan pertama adalah membangun tenda untuk berisitirahat, namun ternyata tidak semudah itu membangun tenda, Kami harus berjalan lagi melewati satu bukit lagi agar bisa mendirikan tenda di dekat sumber Air.

Selama perjalanan menuju tempat Camp kami melihat banyak tumpukan sampah, tisu toilet yang dibuang sembarangan dan banyak RANJAU Manusia. Iya ranjau manusia sangat banyak di Plawangan sembalun dan memilih tempat pup yang seenak jidatnya, bahkan kami menemukan Ranjau di Jalan setapak yang kami lalui. (sayang tidak sempat kami foto karena kelelahan)

Oke skip-skip soal pup yang berserakan , setelah kurang lebih 20 menitan berjalan akhirnya kamipun menemukan tempat yang pas untuk mendirikan tenda. Tempatnya lumayan asik, di depan pemandangan danau segara anak, di bawah pohon agak teduh dan dekat dengan sumber air. Tapi sayang di sekitar Tenda kami sudah ada banyak sampah dari sisa tenda sebelumnya.

11698909_1065816023436402_3587939473582450913_n
Penampakan Tenda

Oke kurang lebih 30 menit kami telah membangun 4 tenda di pelawangan sembalun. Setelah membangun tenda kamipun memasak untuk mengisi perut, ada juga teman yang menuju mata air untuk mengambil air, jarak mata air dari Tenda kami kurang lebih 20 menit, karena harus turun sekitar 100 meter lagi. Sumber mata Air di pelawangan sembalun hanya kumpulan tetesan air dari bebatuan yang dikumpulkan menjadi satu, tapi sumber mata air yang ada di plawangan sembalun ini lebih layak minum ketimbang yang ada di Pos 2 sebelumnya.

 

Sumber air di plawangan sembalin
Sumber air di plawangan sembalin

Oke setelah peredian air siap dan makanan siap kami pun Semua berisitrahat dan mengumpulkan tenaga untuk Summit Attack keesokan harinya. Hari itu kami tutup dengan menyaksikan Sunset dari Plawangan Sembalun.

Sunset Plawangan Sembalun
Sunset Plawangan Sembalun

 

Summit Attack akan saya Lanjutkan di Part Kedua yaaa 😀

www.pdf24.org    Send article as PDF   

Menggabungkan Beberapa PDF File

Terkadang kita memiliki beberapa File PDF yang terpisah-pisah, judul, daftar isi dan isi Berbeda File. Kali ini saya akan memberi tips bagaimana cara mudah untuk menggabungkan Beberap File PDF menjadi 1 File PDF.

PDF Binder adalah aplikasi gratis yang dapat digunakan untuk menggabungkan beberapa file PDF menjadi 1 file PDF. Aplikasi ini gratis dan sangat mudah digunakan, namun sayang aplikasi ini hanya bisa dijalankan pada Sistem Operasi Berbasis Windows, belum bisa multi sistem operasi.

Cara menggunakananya, anda hanya perlu add File pdf ke dalam aplikasi ini , seperti pada gambar di atas. Jika anda ingin mengubah Order / Urutan dari File PDF tersebut anda cukup klik pada PDF file tersebut lalu Gunakan Tanda panah yang tersedia di sebelah Bind untuk mengubah urutan halaman PDF nanti setelah di Gabung menjadi satu file. Apabila sudah cukup file yang dimasukkan Klik Tombol Bind dan nanti akan muncul windows baru untuk menyimpan File yang sudah digabung menjadi satu file, mudah bukan?
NB : untuk install aplikasi ini dibutuhkan net framework , jika belum install, link di sediakan di bawah post ini.
Untuk mendowload silkahkan klik link berikut ini :

www.pdf24.org    Send article as PDF   

Download Google Chrome Offline Installer (Standalone)

chrome-logo-2011-04-27

Google Chrome adalah Aplikasi browser yang favorite karena memilki banyak fitur-fitur menarik.  Menurut wikipedia Google Chrome adalah sebuah peramban web sumber terbuka yang dikembangkan oleh Google dengan menggunakan mesin rendering WebKit. Proyek sumber terbukanya sendiri dinamakan Chromium. (Wikipedia.com) Namun untuk menginstall Google Chrome dibuthkan Koneksi Internet yang cukup besar, solusi lain menginstallnya adalah dengan mendownload Stand Alone installernya atau sering disebut Offline Installer. Dengan Offline installer ini saat instalasi Google Chrome anda tidak perlu koneksi Internet, cukup seperti menginstall aplikasi pada umumnya, sehingga dengan sekali mendownload Google Chromes Standalone ini , anda dapat menginstallnya di beberapa komputer tanpa membutuhkan koneksi Internet Lagi. Silahkan download Aplikasi Google Chrome Offline Installer (Standalone Installer) Silahkan klik Link di bawah ini :

www.pdf24.org    Send article as PDF   

Print to PDF dengan doPDF

Sebelumnya saya sudah pernah membahas tentang Print File to PDF. Kali ini saya akan membahas hal yang sama namun dengan Aplikasi yang berbeda.

 

DoPDF merupakan aplikasi yang digunakan untuk mengkonversi File ke dalam bentuk PDF. Hampir semua file dapat di konversi menjadi pdf dengan menggunakan doPDF ini.
Berbeda dengan Foxit Readr yang dapad digunakan untuk membaca File PDF, doPDF hanya dapat digunakan untuk mengkonversi saja, tidak dapat digunakan untuk mengedit File PDF.
Cara untuk mengkonversi File ke PDF adalah dengan cara Print , lalu pilih Printer doPDF, sama seperti Foxit Reader atau aplikasi Print to PDF lainnya. Berikut beberapa Screenshootnya.
Convert to PDF (source http://www.dopdf.com/screenshots.php)
(source http://www.dopdf.com/screenshots.php)
(source http://www.dopdf.com/screenshots.php)
Aplikasi ini dapat di download gratis disini (download).
Selamat Mencoba.

www.pdf24.org    Send article as PDF