Li-fi teknologi wireless berbasis Cahaya

Li-Fi merupakan sebuah paradigma baru untuk teknologi optik nirkabel untuk menyediakan konektivitas unprecendented (belum pernah terjadi sebelumnya) dalam lingkungan data-sentris lokal. Meningkatnya permintaan untuk bandwidth yang lebih tinggi, lebih cepat dan transmisi data yang lebih aman serta lingkungan dan tidak diragukan lagi bentara teknologi manusia yang ramah awal dari perubahan besar dalam teknologi nirkabel. LiFi atau Light Fidelity adalah sebuah teknologi Wireless Fidelity (WiFi) berbabasis cahaya. Teknologi tersebut mampu menghasilkan kecepatan transfer hingga 130mbps. Sebuah penelitihan di University Edinburg, Jerman berhasil mengembangkan teknologi wireless atau nirkabel berbasis cahaya dan diberi nama LiFi atau Light Fidelity. Banyak orang mengemukakan bahwa LiFi merupakan pengganti teknologi WiFi dimasa depan. Teknologi LiFi atau Light Fidelity dibuat menggunakan LED (Light Emiting Diode) untuk mengirimkan data ke penerima dengan memanfaatkan intensitas cahaya yang sangat cepat. Sehingga perubahan intensitas cahaya tak dapat dilihat oleh mata manusia. Proyek pengembangan teknologi LiFi tersebut berawal dari seorang fisikawan dan profesor Jerman bernama Harald Haas yang membuat proyek di perusahaan Pure VLC (Visible Light Communications). Proyek tersebut mengembangkan metode smart lighting atau cahaya pintar sehingga dapat mengirimkan data dan menerima data. (Sumber : http://www.rootdiesomec.com/ ) . Dengan puluhan miliar bola lampu biasa dipasang di rumah-rumah dan kantor-kantor di seluruh dunia, karena mereka diganti dengan sumber cahaya LED, Li-Fi dapat menjadi teknologi komunikasi yang dapat ditemukan hampir di mana-mana. Lebih tepatnya, Li-Fi dapat digunakan di hampir setiap lokasi di mana peraturan melarang penggunaan Wi-Fi: pesawat kabin dan rumah sakit, untuk nama tapi dua. Dan cahaya tidak terpengaruh oleh peraturan yang mengatur bagaimana spektrum frekuensi radio dapat digunakan. Tentu saja, mendapatkan itu keluar dari lab dan ke ruang tamu – dan setiap ruang lainnya diterangi oleh bola lampu – adalah masalah lain.
Tidak Sebanding dengan Uang (UWRF 2012)

Ini adalah cerita pengalaman saya menjadi volunteer pertama kali di Ubud Writerest and Readers Festival, tulisan ini pernah saya tulis pada tanggal 21 Oktober 2012 (Kalau tidak salah) Kalo dilihat dari judul mungkin yang bakal tersirat adalah masalah pekerjaan karena berhububungan dengan uang, tapi kali ini bukan itu yang ingin saya ungkapkan. Yang ingin saya ungkapkan kali ini adalah tentang pengalaman saya menjadi seorang volunteer di salah satu Festival Internasional yaitu Ubud Writers and Readers Festival (UWRF). Kenapa dengan festival ini? Apa spesialnya Festival ini? Apa enaknya jadi volunteer yang tidak dibayar? Semua pertanyaan itu akan saya jawab dalam tulisan ini. UWRF 2012 adalah salah satu festival Terbesar di dunia yang mengkhusus pada bidang sastra. Mungkin orang Indonesia terutama khususnya orang bali sangat jarang yang mengetahui festival ini, agak miris ya, padalah festival ini berlokasi di Bali dan sudah tahun ke-9 saat ini (2012). Mirisnya lagi sangat sedikit orang Indonesia yang datang menghadiri Festival ini, apakah ini pertanda bahwa orang Indonesia tidak suka baca? atau karena ada alasan lain? kalian sendiri yang bisa menjawab. Dari sudut pandang saya, pengunjung Festival ini 90% merupakaan wisatawan asing dan 10 % adalah warga negara Indonesia, itu menurut pandangan saya di Beberapa Venue, karena sejauh mata saya memandang hanya warga negara asing yang banyak saya lihat, well mungkin para volunteer lain juga merasakanya, ya kan? Menurut Harper’s Bazzar (UK) “One of the six best literay festivals in the World” yang artinya kurang lebih artinya UWRF merupakan salah satu dari 6 Festival Sastra terbaik di Dunia.Seharusnya kita patut bangga , karena dari Festival ini Bali, Terutama Ubud makin terkenal di Dunia internasional berkat Festival ini, kenapa? karena selain pengunjungnya yang 90% Wisatawan Asing, Festival ini juga diliput oleh media internasional yang secara tidak langsung akan makin terkenal di mata dunia. Apa Spesialnya Festival ini? Selain mendatangkan penulis dan pembaca dari seluruh dunia, UWRF ini spesial karena menghadirkan Volunteer dari seluruh dunia, yap Seluruh dunia Guys! Ini menurut saya yang membuat UWRF itu spesial, karena bisa menghimpun Volunteer dari seluruh dunia. Karena Banyaknya venue yang dimiliki UWRF jadi dari tahun ketahun festival ini kurang lebih mendatangkan 200 orang volunteer dari seluruh dunia yang bekerja secara sukarela di beberapa bagian, ada di bagian Logistik, Fringe Event, Spesial Event, Children and youth Program dll. 200 Orang ini di kumpulkan oleh 2 kordinator Volunteer kita yang menurut saya mereka adalah super girl yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Yang membuat saya salute lagi, volunteer yang berasaal dari luar negeri (orang asing) rata-rata memiliki umur yang sudah dapat dikatakan Tua, karena mungkin rata-rata sebagian umurnya sudah di atas 40 Tahun, saya harus bilang wow untuk yang satu ini. Mereka yang sudah berumur dan berasal dari jauh saja masih semangat menjadi volunteer di Festival ini, unbeliveable! Mirisnya walaupun Festival ini berada di Bali, volunteer yang berasal dari Bali, mungkin kasarnya bisa dihitung dengan jari deh, apa mereka tidak tau ada festival ini? Atau karna sifat orang bali yang Koh (males) ? atau karna lainya? well cuma mereka yang tau. Tapi saya sarankan untuk taun depan , bagi kalian yang belum merasakan bagaimana asiknya jadi volunteer di UWRF , kalian harus mencobanya!! Trust me!! Pertanyaan yang terakhir, apa enaknya sih jadi volunteer yang tidak dibayar? yah namanya aja volunteer (sukarelawan) masa di bayar, iya kan? beberapa teman saya ada yang bertanya seperti ini “Apa enaknya sih , jadi volunteer , capek kerja sampe malem tapi ga dibayar?” enteng aja saya jawab, Saya emang ga dibayar , tapi saya mendapatkan pengalaman yang tidak sebanding dengan Uang sebanyak Apapun. Yap karena di UWRF ini kalian akan dapat teman, pengalaman Bahkan keluarga baru yang tidak bisa di Dihargai dengan Uang betapa berharganya semua itu. Volunteer dari seluruh dunia, berbeda umur, berbeda suku, berbeda profesi dan berbeda bahasa , berkumpul jadi satu di Festival ini menjadi sebuah keluarga besar dan walaupun baru berkenalan namun tidak ada rasa canggung satu sama lain di antara para volunteer, apakah kalian merasakaanya juga para volunteer? well bagi saya ini adalah pengalaman yang sangat nyaman dan menyenangkan. Walaupun rooster (jadwal) shitf saya harusnya hanya 4 jam, tapi saya betah tinggal di Basecamp dan areal ubud lebih dari itu. Padahal awalnya saya sempat dihinggapi rasa takut , karna ini event internasional saya berpikir pekerjaanya akan berat dan akan sangat sulit bergaul dengan orang-orang yang ada di sekitarnya, tapi kenyataanya malah saya bisa dibilang saya jatuh cinta dengan event ini π Well akhir kata, walupun pengalaman singkat, pertemuan singkat dengan para volunteer, tapi pengalaman yang didapatkan di UWRF ini “Tidak Sebanding Dengan Uang”!! Bagi kalian yang belum berkesempatan tahun ini menjadi vβolunteer , saya sarankan kalian wajib mencobanya tahun depan! Miss u all volunteer UWRF 2012, See you next time guys!! π ,
Pengalaman Asdos Kuliah Praktikum Jaringan Komputer

Tulisan ini merupakan tulisan saya sendiri yang saya pernah tulis pada tanggal 30 Desember 2011, karena backup web saya sebelumnya tidak saya temukan sepenuhnya, maka saya coba mengambil cerita ini dari database yang saya sempat simpan. Ini merupakan pengalaman saya selama mengajar Kuliah Praktikum Jaringan Komputer. Hari ini tanggal 30 Desember 2011 adalah hari terakhir perkuliahan Praktikum Jaringan Komputer. Kebetulan kami yaitu Putra Danahita (Saya) , Eddy Pradana Putra, Oka Gartria, Ade Saputra, Eka Suparwita dan Hardi Surya Budiana ditugaskan menjadi asisten dosen (asdos) untuk mata kuliah ini. Awalnya cukup susah untuk mengajar mata kuliah ini, ya karna keterbatasan resource dan ilmu yang kami dapatkan belum cukup mampu sebenarnya untuk mengajarkan mata kuliah ini. Tapi dengan modal nekat dan usaha kita jalani saja mata kuliah ini. Pada hari ini , kesempatan ini pula kami para asdos yang diwakili oleh saya ingin meminta maaf apabila selama kami mengajar mata kuliah ini kami masih banyak kekurangan dan banyak kata-kata yang mungkin kurang berkenan saat perkuliahan berlangsung. Kami juga meminta maaf apabila kami sering mendadak memberi tugas kepada kalian, ya itulah kekurangan kami yang mau tidak mau harus kalian terima. Mudah-mudahaan selama perkuliahan berlangsung , ilmu yang kami berikan bisa dipergunkan untuk kedepannya. Saya mewakili teman-teman yang manjadi asdos mengucapkan terima kasih kepada kalian karena sudah bersedia menerima kami sebagai asdos kalian. π BTW karena hari ini hari terakhir kuliha tadi kami menyuruh adik-adik kelas kami ini untuk memberikan kritik dan saran tentang mata kuliah ini dan tentang bagaimana cara mengajar kami di kelas. Ya setelah aku baca satu persatu ada beberapa tulisan yang menarik dan sepertinya layak di angkat disini. Nanti setelah aku sortir semua bagi yang beruntung komennya aku taruh disin deh ya.? π dari komen yang udah di baca ya ada yang bilang asdosnya baik-baik, ada yang bilang kece-kece entah ini tulus dari dalam hati atau karna hanya ingin mendapat nilai A , kami tidak tau, mudah-mudahan saja sih tulus dari lubuk hati yang paling dalam ya. ini nih ada beberapa komen yang udah aku sortir dan aku mau kutip disini. ” + merupakan MK yang paling keren abis dan machi bikin saya harus di depan lapto trus – Servernya sering trouble jadi paling (bingung) pass praktikum yang petning Cemungud ea kk !!! “ ya kritik di atas membuat kita semangat walaupun semangatnya agak sedikit ya…..bisa dibilang alay (Maaf ya hehehe…) tapi terima kasi eeeeaaaa adikk…..kakak-kakak pasti cemungud kok !! (tuh kan jadi ketularan juga) 1. Server sering Mati 2. asdosnya macho- macho 3. coba asdos jaringan cewek pasti rajin kuliah 4. kalau nilainya ada yang B hati-hati di jalan ya…!!! π 5. SELAMAT NATAL & TAHUN BARU 2012 Nah kalo kritik dan saran yang satu ini sudah jelas dari poin 3 terlihat dia adalah seorang laki-laki, ya kan? Tapi yang paling aku suka sih point yang ke-2, apa iya kita macho-macho ya? ya biarkan pemirsa yang menilai #eeeaaa Saran : Kadang ** tugasnya gak ada modul jadi lebih baik sebelum tugas sebaiknya semua modul udah ada. UAS jngan diacak lagi kelompoknya Jangan susah** uasnya Kritik : asdosnya kalo di panggil waktu praktikum ga di sautin mungkin agak bongol… (Bongol = Budek ) jaringan di server kadang** sering ada masalah jadi gaswat Anonimious ttd (sensored) nah yang di atas ini membuat ke-machoan kita ilang, masa kita dibilang budek? apa iya ya? but thx ya sudah mengkritik kami π Sebenarnya matakuliah praktikum jaringan komputer menyenangkan untuk saya , namun karena saya tidak terlalu mengerti akan teori saya pun susah menerapkannya dalam praktikum .Saya sudah mencoba semampu saya tetapi 50:50 merupakan hasil yang barhasil dan gagal Materi yang diberikan sudah bagus dan bermanfaat. Para pengajar (asdos) sudah mengajar dengan baik . Saya hanya ingin menyampaikan terimakasih kepada dosen dan para asisten dosen yang telah mengajar saya PS : tadisnya saya berharap mendapat nilai B , namun saya menyadari bahwa ada banyak kekurangan (Kurang Absen, Kurang tugasm dll) yang saya miliki. Mohon izinkan saya, tolong berikan saya kesempatan memperbaiki tugas sebelum nilai filan (Nilai di KHS) keluar. Terima Kasih Salam Mahsiswi yang satu ini speechless dah aku bacanya, curcol dan menyentuh hati. Tapi mungkin kami akan pertimbangkan tapi sayangnya kita ga tau siapa kamu ya. Btw itu aja mungkin yang bisa saya tampilin disini, maaf ya jangan tersinggung bagi yang kritiknya di sampaikan disini. Kita sangat berterima kasih dengan kalian karna sudah mau mengkritik kami, ada yang pedas, ada yang manis dan lain sebagainya π oke that’s all ,thx for all of you guys… π .